“POWERPOINT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPUTER “

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Apabila proses belajar itu diselenggarakan secara formal di sekolah – sekolah, tidak lain ini dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan pada didir siswa secara terencana, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.
Interaksi yang terjadi selama proses belajar tersebut dipengaruhi oleh lingkuangannya, yang antara lain terdiri atas murid, guru, bahan atau materi pelajaran, dan berbagai sumber belajar dan fasilitas (proyektor overhead, video, radio, televisi, komputer, dll). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya – upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil – hasil teknologi dalam proses belajar. Untuk itu, guru dituntut harus memiliki kemampuan menggunakan alat – alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat – alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Disamping itu, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Media pembelajaran memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.

Dalam perkembangannya, media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang dimanfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian lahir teknologi audio – visual yang menggabungkan penemuan mekanis dan elektronis untuk tujuan pembelajaran. Teknologi yang muncul selajutnya adalah teknologi mikroposesor yang melahirkan pemakaian komputerdan kegiatan interaktif. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya :
1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
4. Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya .
Salah satu media yang banyak dikembangkan saat ini yaitu media pembelajaran berbasis komputer. Berbagai jenis aplikasi teknologi berbasis komputer dalam pembelajaran umumnya dikenal sebagai computer – assisted instruction (dengan berbantuan komputer). Beberapa ciri media yang dihasilkan teknologi berbasis komputer adalah sebagai berikut :
1. mereka dapat digunakan secara acak, non – sekuensial, atau secara linier
2. mereka dapat digunakan berdasarkan keinginan siswa atau berdasarkan keinginan perancang / pengembang sebagaimana direncanakannya.
3. biasanya gagasan – gagasan disajikan dalam gaya abstrak dengan kata, simbol, dan grafik
4. prinsip – prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini
5. pembelajaran dapat berorientasi siswa dan melibatkan interaktivitas siswa yang tinggi.
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, penggunaan komputer sebagai media pembelajaran dikenal dengan nama pembelajaran dengan bantuan komputer (Computer-assisted Instruction – CAI, atau Computer-assisted Learning – CAL). Dilihat dari situasi belajar, komputer dapat digunakan untuk tujuan menyajikan isi pelajaran, CAI dapat berbentuk tutorial, drills and practice, simulasi, dan permainan.
Kehadiran media elektronik seperti komputer dengan berbagai fasilitas program yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagai media belajar merangsang guru untuk lebih bisa memanfaatkanya sebagai sarana penunjang yang menarik. Salah satu program komputer yang sering dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yaitu Program Microsoft Office Powerpoint. Microsoft Office Powerpoint sebagai salah satu program bawahan dari Microsoft Office merupakan salah satu alternatif media pembelajaran yang diniali akan mempengaruhi seluruh komponen pendidikan untuk lebih bijak, lebih maju dan lebih baik. Powerpoint dapat dimanfaatkan dalam penyajian materi pelajaran dan media presentasi dalam berbagai bidang ilmu. Jelasnya, kehadiran program ini cukup memberi warna pada proses pendidikan di kelas. Apalagi melihat bagaimana biasanya pandangan siswa terhadap mata pelajaran matematika yang biasanya dinilai sulit, rumit, menakutkan dan dianggap kurang menarik. Guru hendaknya berpandangan, powerpoint sebagai alternative untuk menanggulangi masalah tersebut bahkan menjadikannya sebagai sarana pokok dalam pembelajaran, eksistensi dan kehadirannya sangat diperlukan. Meski demikian siswa sangat memerlukan arahan dan bimbingan guru. Sehebat apapun alat peraga yang paling canggih, peran guru tetap yang akan menentukan.
Dari penjelasan diatas, jelaslah bahwa mata pelajaran matematika perlu mendapat sentuhan dunia teknologi informasi dan komunikasi sehingga mata pelajaran ini menjadi menarik untuk di pelajari dan lebih mudah dipahami. Demi pencapaian hal yang semacam itu maka memang sangat diperlukan semangat dan keinginan guru untuk mau mencari, mamanfaatkan media pembelajaran berbasis komputer, sebagai sumber ilmu dengan penggunaan Microsoft Office Powerpoint untuk menyajikan materi pelajaran matematika. Khusus untuk mata pelajaran matematika, penggunakan program Microsoft office powerpoint dalam pembelajaran diharapkan akan membantu tercapainya tujuan pembelajaran, yaitu meningkatnya pemahaman siswa tentang materi pelajaran, yang dibuktikan dengan baiknya nilai yang diperoleh, dengan minimal penguasaan sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Namun ada sedikit kendala yaitu masih adanya guru-guru yang belum terbiasa menggunakan komputer sebagai alat bantu pembelajaran. Padahal idealnya untuk menarik perhatian dan minat peserta didik terhadap pembelajaran matematika maka materi pelajaran tersebut harus dikemas dan dibuat tampilan media pembelajaran yang unik, menarik, baik warna, teks, bentuk dan ilustrasinya.
Temuan penelitian sederhana yang penulis dapatkan adalah dengan penggunaan sarana tekhnologi informasi dan komunikasi dalam menyampaikan materi pembelajaran, tampak perubahan minat dan semangat siswa. Sebagai contoh: saat mereka di persilahkan masuk ruang komputer, semua bergegas untuk mencari kursi dibagian depan dengan komputer yang mereka nilai paling baik. Perubahan minat dan ketertarikan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa kebiasaan dan hal yang umum dilakukan guru mata pelajaran matematika, yaitu : materi pelajaran matematika biasanya hanya mengandalkan buku panduan atau buku pokok, latihan pada buku siswa, soal – soal yang bentuknya itu – itu saja secara monoton. Dengan materi yang tidak variatif dan kurang menarik itu pada dasarnya dapat menyebabkan kejenuhan siswa dalam usahanya mempelajari materi pelajaran matematika. Namun dengan penggunaan komputer, terutama powerpoint terhadap pembelajaran sejarah pastinya akan membuat tampilan media pembelajaran yang unik, menarik, baik warna, teks, gambar, foto, bentuk dan ilustrasi, menyebabkan masalah ketertarikan terhadap tampilan pembelajaran dapat di atasi. Media powerpoint yang penulis gunakan juga menggunakan penunjang lain, yaitu internet. Di berbagai situs dapat di akses foto-foto, gambar-gambar tentang materi pelajaran sejarah sehingga bisa di masukkan kedalam tampilan media powerpoint. Media yang dibuat dengan program microsof powerpoint, diolah lagi menjadi lebih interaktif dengan menggunakan beberapa hyperlink, pada bagian materi mana yang ingin diperdalam, maka siswa dapat meng”klik” atau memilih pada tampilan monitor komputer. Interaksi antara siswa dengan media digunakan untuk memacu keingin-tahuan siswa dalam melihat, memahami dan materi yang disajikan secara utuh.
Secara mengkhusus, sebagai media pembelajaran dalam bidang ilmu matematika, manfaat penggunaan powerpoint diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Penyajian materi pelajaran lebih menarik dan mengubah anggapan matematika sebagai pelajaran yang menakutkan di mata siswa.
Materi pelajaran matematika yang akan diberikan kepada siswa dapat dikemas ke dalam bentuk penyajian powerpoint sehingga materi tersebut dapat menarik perhatian siswa. Dengan demikian, matematika tidak akan dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan tetapi sebaliknya dapat menjadi pelajaran yang menarik.
2. Presentasi grafik / gambar
Untuk menampilkan grafik atau gambar, penyajian powerpoint menjadi salah satu alternatif yang baik. Misalnya untuk menggambar bangun ruang tiga dimensi dapat digunakan dengan kombinasi warna, dan untuk menggambar grafik akan lebih mudah sehingga siswa dapat menyimak dengan baik, mudah memahami dan tentunya lebih menarik.
3. Mengemas materi menjadi lebih singkat
Jika dalam suatu presentasii, materi yang akan dibawakan terlalu banyak maka materi tersebut dapat dikemas ke dalam powerpoint sehingga dibuat secara garis besar / point – pointnya saja / dalam bentuk slide.
4. Meningkatkan penguasaan materi
Media pengajaran berbasis tekhnologi komunikasi dan informasi, yang dalam hal ini memanfaatkan program Microsoft office powerpoint, telah membantu peningkatan penguasaan materi pelajaran matematika karena siswa dapat lebih semangat/antusias mengikuti pelajaran dengan tampilan menarik dari gurunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: